Hanya sebuah
nama yang selalu hadir di benakku. Nama itu adalah namamu .. orang yang pernah
mengisi hari hariku selama satu bulan tahun lalu.. ya persis tahun lalu saat
akhir tahun kedua ku di universitas. Aku berkenalan denganmu tanpa sengaja.
Karena sebuah kebetulan yang mengharuskan kita mengenal satu orang yang sama,
kebetulan yang mengharuskan kita bersama dalam satu kelas selama satu semester.
Kebetulan yang digariskan..
Pertama kali
aku mengenalmu aku sungguh kagum akan kemandirianmu. Sikap dewasa mu dan cara
berfikir yang jauh dari usia mu.
Kau begitu
special di mataku hingga aku pernah menjulukimu the answer of all my pray. Yah
aku terlalu naïf saat itu, karena aku baru mengenalmu dan aku sudah memiliki
perasaan yang lebih untukmu. Aku tak tahu sebenarnya apa yang menarikku
kepadamu. It just happened tanpa bisa aku kendalikan. Perasaanku padamu muncul
begitu saja.
aku kagum
dengan kepintaranmu. Karena kamu itu mendekati tipe idealku sebagai kekasihku.
Kau pintar, mau bekerja keras, dan semua yang aku lihat darimu merupakan yang
istimewa untukku.
Aku tak tahu
apa yang kau fikirkan saat kita mulai dekat dan kau membuatku lebih jatuh cinta
dengan sikap sikap manismu. Jujur saja aku tidak pernah mengalami ini
sebelumnya. Merasa dicintai meskipun kenyataannya mungkin tidak seperti itu.
Tapi sungguh aku bahagia bisa merasa dicintai olehmu walau hanya sesaat.
Meskipun itu hanya halusinasiku saja.
Hanya sebuah
nama yang selalu terfikir olehku. Hanya namamu saja yang ada di otakku. Aku hampir
gila karena terus memikirkan orang yang mungkin sudah tidak mengingat pernah
berpacaran denganku.
Aku merasa
sangat bodoh tapi begitulah keadaanya. BEGITULAH KENYATAANNYA !!
Kau mungkin
bisa menjadikanku pelampiasan sakit hatimu pada masa lalu mu. Tapi aku yang
tulus mencintaimu..
Apa aku
pernah memintamu melupakannya? Apa aku pernah memintamu berubah?
Sungguh aku
menyukaimu apa adanya. Tak pernahkah kau menyadari itu semua?
Tak bisakah
kau melihat kesungguhanku mencintaimu dengan sempurna? Aku mencintaimu..
Sudah
setahun berlalu sejak kau mencampakanku begitu saja. Tapi kenapa masih saja
sakit yang ku rasakan setiap bertemu denganmu. Setiap aku mendengar namamu…
Nama itu
yang pernah menjadi malaikat pelindung bagiku. Dan nama itu pula yang pernah
menhempaskanku jatuh berkeping keping..
Saat aku
melihatmu bersama seorang gadis dan berlalu di hadapanku tanpa merasa bersalah,
itu membuatku amat sangat terpukul. Begitu mudahnya kau berpindah dari satu
wanita ke wanita yang lain. Semudah itukah?
Mungkin
mudah bagimu untuk mencari penggantiku, karena aku tidak ada artinya bagimu.
Aku hanyala intermezzo antara masa lalu menuju masa depanmu. Aku hanya sebuah
selingan kekosonganmu saja. Mana mungkin kau akan mengingatku sebagai sesuatu
yang berharga yang pernah kau miliki. Aku bagai sebutir pasir dalam jutaan
pasir pasir lain yang pernah kau miliki. Tak berharga sama sekali.
Tapi kamu
adalah yang paling berharga yang pernah ku miliki. Begitu tidak adilnya dunia
ini. Aku mencintai seseorang yang tak mencintaiku. Oh sungguh tidah adil..
Kemudian aku
bertanya pada diriku sendiri, kenapa takdir harus mempertemukan kami berdua?
Kehidupanku sudah bahagia ketika dia belum datang.
Kenapa aku
harus jatuh cinta pada orang yang salah? Memang cinta tidak bisa memilih kepada
siapa ia akan jatuh. Tapi dia bukan orang yang tepat!
Kau bukan
orang yang tepat, yang tuhan kirim untukku. Tapi kenapa kau muncul? Apa tuhan
punya rencana lain dengan mengadirkan kamu dalam hidupku? Aku tak tahu pasti.
Yang jelas dia bukan orang yang tepat. Lalu dimana orang yang tepat itu? Apa
aku pernah bertemu dengannya? Ataukah aku harus menunggu beberapa lama untuk
bertemu denganmu?
Ah aku bisa
gilaaaa jika terus menerus memikirkanmu !!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar