aku tak bisa memungkiri rasa yang kini singgah
aku tak bisa menolak gejolak ini
hanya kepasrahan yang kini ku lakukan
menyerahkan pada yang menggariskan
begitu ingin aku mencintainya
tapi aku pun begitu takut hal itu akan terulang
pedih hati yang lukanya saja belum sembuh benar
bagaimana bisa aku memulai ini lagi
setelah akhir tak menyenangkan
menjadi mimpi buruk sampai detik ini
benar. aku terlalu takut jatuuh cinta
aku pengecut untuk memberikan hatiku pada seseorang lagi
aku ragu pada diriku dan dia
dan semua masa lalu yang seakan mencemooh
hingga detik ini pun sakit itu masih membekas
meninggalkan goresan yang tak akan pernah kembali seperti semua
seperti saat dia belum hadir dalam hidupku
Minggu, 05 Agustus 2012
just black and white
ini bukan tentang hitam putih
ini bukan tentang masa lalu
guratan pensil hitam yang menggoreskan pasti
kepedihan masa lalu
ini adalah kertas putih bersih
dengan pensil warna tak terpakai
ini hanya impian seorang wanita
yang ingin hidup berwarna
mampu mencoba asam
tegar menghadapi pahit
dan menerima manisnya hidup dan cinta
lidah kehidupan yang selalu mencicipi semua rasa yang disediakan bumi
tak peduli aku kau dan siapapun
ini bukan tentang masa lalu
guratan pensil hitam yang menggoreskan pasti
kepedihan masa lalu
ini adalah kertas putih bersih
dengan pensil warna tak terpakai
ini hanya impian seorang wanita
yang ingin hidup berwarna
mampu mencoba asam
tegar menghadapi pahit
dan menerima manisnya hidup dan cinta
lidah kehidupan yang selalu mencicipi semua rasa yang disediakan bumi
tak peduli aku kau dan siapapun
when you walking toward me
saat kau melangkah di depanku
mengacuhkan ku penuh angkuh
meninggalkan pesonamu
terdiam ku terpaku
detak jantung tak bekerja waras
memacu kencang lebih dan lebih
menyesakkan dada
mengaburkan udara
ketika kau melihat ku sesaat
dunia seakan berhenti berputar
seakan membiarkan kedua mata kita beradu
membiarkan menikmati
dunia seakan pudar
hanya aku dan dia
kedalam ruang hampa tanpa udara
lirih terdengar lagu mengalun
memberi efek romantis
tak sadar ku sunggingkan bibir
menatapnya penuh harap
menyapanya hangat dalam hati
hello my first love
glad to see you again
mengacuhkan ku penuh angkuh
meninggalkan pesonamu
terdiam ku terpaku
detak jantung tak bekerja waras
memacu kencang lebih dan lebih
menyesakkan dada
mengaburkan udara
ketika kau melihat ku sesaat
dunia seakan berhenti berputar
seakan membiarkan kedua mata kita beradu
membiarkan menikmati
dunia seakan pudar
hanya aku dan dia
kedalam ruang hampa tanpa udara
lirih terdengar lagu mengalun
memberi efek romantis
tak sadar ku sunggingkan bibir
menatapnya penuh harap
menyapanya hangat dalam hati
hello my first love
glad to see you again
Rabu, 01 Agustus 2012
hello to myself
menatap sangsi pada takdir
mempermainkan hati yang teluka
memvonis diri
terkadang ku berfikir
akankah aku mengenal arti cinta
akankah aku mengerti arti kebahagiaan
haruskah ku menyapa diri sendiri
agar yakin aku pantas
akan kebahagiaan itu
haruskah ku menyapa pada diri sendiri
meyakinkan aku cukup berharga
untuk dicintai dan mencintai
hello to myself
hello to someone who isnt believe herself
hello to myself
hello to someone who think she is useless
mempermainkan hati yang teluka
memvonis diri
terkadang ku berfikir
akankah aku mengenal arti cinta
akankah aku mengerti arti kebahagiaan
haruskah ku menyapa diri sendiri
agar yakin aku pantas
akan kebahagiaan itu
haruskah ku menyapa pada diri sendiri
meyakinkan aku cukup berharga
untuk dicintai dan mencintai
hello to myself
hello to someone who isnt believe herself
hello to myself
hello to someone who think she is useless
too weak to fall
aku terlalu takut untuk jatuh
melihat masa depan yang membentang
menanti untuk ku jelajahi
sesaat ku berfikir
melihat asa yang ada
dan kepedihan masa lalu
bimbang ku melangkah
ku takut terjatuh
ku sadari ad jurang dibawah sana
ku lirik sesaat dan ku takut jatuh
kedua kalinya
ingin ku melangkah pasti pada masa depan
namun kepedihan membayangi langkahku
seakan menahan langkah
ku ingin merajut masa depan
tapi terlalu takut tertusuk
untuk kedua kalinya
aku melihat seseorang diseberang sana
menatapku iba
mengulurkan tangannya
menjagaku tetap tegap
tapi aku ragu padanya
terlalu takut dia seperti orang itu
pria penuh kemunafikan itu
wajah lugunya bisa saja menipu
tangan tegapnya bisa saja fiktif
terlalu takut aku berharap
akan kebahagiaan itu
pantaskah aku akan kebahagiaan?
mempukah aku melangkah?
diakah orang itu ?
aku masih sangsi
lalu bagaimana dengan aku
akankah aku terbelenggu
dengan masa lalu
atau aku beranikan diri melangkah
mengambil semua resiko yang ada
maaf aku belum berani
menerima kegagalan itu
bahkan kebahagiaannya sekalipun
ku hanya ingin diam disini
diseberang jalan
melihat masa depan yang membentang
menanti untuk ku jelajahi
sesaat ku berfikir
melihat asa yang ada
dan kepedihan masa lalu
bimbang ku melangkah
ku takut terjatuh
ku sadari ad jurang dibawah sana
ku lirik sesaat dan ku takut jatuh
kedua kalinya
ingin ku melangkah pasti pada masa depan
namun kepedihan membayangi langkahku
seakan menahan langkah
ku ingin merajut masa depan
tapi terlalu takut tertusuk
untuk kedua kalinya
aku melihat seseorang diseberang sana
menatapku iba
mengulurkan tangannya
menjagaku tetap tegap
tapi aku ragu padanya
terlalu takut dia seperti orang itu
pria penuh kemunafikan itu
wajah lugunya bisa saja menipu
tangan tegapnya bisa saja fiktif
terlalu takut aku berharap
akan kebahagiaan itu
pantaskah aku akan kebahagiaan?
mempukah aku melangkah?
diakah orang itu ?
aku masih sangsi
lalu bagaimana dengan aku
akankah aku terbelenggu
dengan masa lalu
atau aku beranikan diri melangkah
mengambil semua resiko yang ada
maaf aku belum berani
menerima kegagalan itu
bahkan kebahagiaannya sekalipun
ku hanya ingin diam disini
diseberang jalan
ku dalam persimpangan
Ku berjalan dalam sunyi
Mengitari bumi
Tak pernah ku menepi
Hanya bisa memuji
Semakin ku berjalan
Semakin lelah ku rasakan
Hanya sesak di dada
Dan perih di mata
Ku bisa tersenyum
Dan hatiku pun tertegun
Melihat matahari kian menjauh
Tak pernah menoleh lagi padaku
What am I gonna supposed to do?
God, give your clue
Where am I supposed to go?
Anywhere
Aku hilang arah
Aku tau dimana utara
Dimana barat timur dan selatan
Tapi aku tak tau
Kemana aku harus melangkah
Aku hanya manusia persimpangan jalan
Yang tak tau arah mana harus kutuju
Tuhan tunjukkan sinarmu
Jalan lurus bercahaya putihmu
Jalan lurus yang benar
pria penuh kemunafikan
Berkata cinta ternyata dusta
Berkata sayang ternyata hilang
Berkata rindu tapi terbelenggu
Untaian kata manis keluar dari mulut
Hati yang penuh kebalikan
Hanya engkau dan Tuhan yang tahu isi hati
Ketika ucapan tak sama dengan isi hati
Ketika logika tak pernah sama dengan perasaan
Apa kau masih pantas disebut pria sederhana
Ketika kau ingin wanita luar biasa
Apa kau masih pantas ku panggil pria sederhana
Ketika kau tak melihat segalanya dengan sederhana
Hanya kata sederhana yang mampu kau ucap
Tapi tak tahu apa yang kau ucap
Apa masih pantas kau disebut pria sederhana?
Mencintai wanita sederhana dengan cara yang sederhana
Itu yang selalu kau bilang
Hal yang tak mungkin terjadi
Di tengah dunia yang tak sederhana
Karena akal pria tak diciptakan berfikir sederhana
Jadi masih pantaskah kau ku panggil pria sederhana
Ketika kau mengeluh dengan kesederhanaanmu
Kau bukan pria sederhana!
Kau berpikir terlalu kompleks
Terlalu egois
Ketika akal tak mencapai keinginan hati
Kau acuhkan semua kesederhnaan
Kau mungkin pantas ku panggil pria penih kemunafikan
Senin, 28 Mei 2012
aku dan ayah
Namamu tak pernah tersebut
Padahal engkau sangat berjasa
dalam hidupku
Ayah…
Satu nama yang jarang kita sebut
dalam doa
Selalu nama ibu yang terucap
pertama kali
Tapi ia tak marah lantas
membencimu
Ia justru mendoakan kebahagiaanmu
Membantumu dalam kesusahan
Siapakah orang yang sering
menanyaimu nilai sekolahmu?
Apakah ibu? Tidak. Jawabannya
ayah
Siapakah orang yang sering
menanyai perubahan sekecil apapun dalam dirimu?
Apakah ibu? Tidak, jawabannya
ayah
Siapakah orang yang memberimu
pandangan melihat kehidupan nyata?
Apakah ibu? Tidak, jawabannya
ayah
Maaf ayah .. namamu tak sering
aku sebut dalam doaku
Padahal setiap detik kau selalu
memikirkan bagaimana masa depanku kelak
Terimakasih karena engkau telah
menjadi ayah terbaik dalam hidupku
Tahukah kalian . orang yang
terlihat tak pernah memperhatikanmu ternyata ia adalah orang yang pertama
mencemaskanmu ketika kalian telat pulang kerumah
Dan kalian tahu apa yang membuat
mereka khawatir
Karena kalian adalah harta mereka
paling berharga di dunia
Ia tak mau melihat engkau terluka
da merasa sakit
elegi patah hati
Kotak musikku mengalun menemani kesendirian
ini
Apa artinya aku ini?
Sebenarnya apa yang aku inginkan?
Di dunia ini aku sadar
Tak ada satu manusia pun yang tak ingin
bahagia
Begitupun aku…….
Jika kau bertanya padaku apa arti cinta
Aku akan menjawab kamu….
Jika kamu bertanya padaku tentang
kebahagiaan
Aku akan menjawab kamu…
Jika kamu bertanya padaku tentang sakit
hati
Aku akan menjawab kamu..
Jika kamu bertanya padaku tentang kepedihan
Aku pasti akan menjawab kamu….
Masih aku mematung
Melihatmu perlahan melangkah jauh dariku
Kau begitu dekat
Tapi terasa jauh bagiku
Terasa sangat asing….
Tahukah kau aku sangat menderita disini
Kepedihan yang kau goreskan masih sangat
terasa begitu nyata….
Rabu, 23 Mei 2012
sebuah nama sebuah bencana
Hanya sebuah
nama yang selalu hadir di benakku. Nama itu adalah namamu .. orang yang pernah
mengisi hari hariku selama satu bulan tahun lalu.. ya persis tahun lalu saat
akhir tahun kedua ku di universitas. Aku berkenalan denganmu tanpa sengaja.
Karena sebuah kebetulan yang mengharuskan kita mengenal satu orang yang sama,
kebetulan yang mengharuskan kita bersama dalam satu kelas selama satu semester.
Kebetulan yang digariskan..
Pertama kali
aku mengenalmu aku sungguh kagum akan kemandirianmu. Sikap dewasa mu dan cara
berfikir yang jauh dari usia mu.
Kau begitu
special di mataku hingga aku pernah menjulukimu the answer of all my pray. Yah
aku terlalu naïf saat itu, karena aku baru mengenalmu dan aku sudah memiliki
perasaan yang lebih untukmu. Aku tak tahu sebenarnya apa yang menarikku
kepadamu. It just happened tanpa bisa aku kendalikan. Perasaanku padamu muncul
begitu saja.
aku kagum
dengan kepintaranmu. Karena kamu itu mendekati tipe idealku sebagai kekasihku.
Kau pintar, mau bekerja keras, dan semua yang aku lihat darimu merupakan yang
istimewa untukku.
Aku tak tahu
apa yang kau fikirkan saat kita mulai dekat dan kau membuatku lebih jatuh cinta
dengan sikap sikap manismu. Jujur saja aku tidak pernah mengalami ini
sebelumnya. Merasa dicintai meskipun kenyataannya mungkin tidak seperti itu.
Tapi sungguh aku bahagia bisa merasa dicintai olehmu walau hanya sesaat.
Meskipun itu hanya halusinasiku saja.
Hanya sebuah
nama yang selalu terfikir olehku. Hanya namamu saja yang ada di otakku. Aku hampir
gila karena terus memikirkan orang yang mungkin sudah tidak mengingat pernah
berpacaran denganku.
Aku merasa
sangat bodoh tapi begitulah keadaanya. BEGITULAH KENYATAANNYA !!
Kau mungkin
bisa menjadikanku pelampiasan sakit hatimu pada masa lalu mu. Tapi aku yang
tulus mencintaimu..
Apa aku
pernah memintamu melupakannya? Apa aku pernah memintamu berubah?
Sungguh aku
menyukaimu apa adanya. Tak pernahkah kau menyadari itu semua?
Tak bisakah
kau melihat kesungguhanku mencintaimu dengan sempurna? Aku mencintaimu..
Sudah
setahun berlalu sejak kau mencampakanku begitu saja. Tapi kenapa masih saja
sakit yang ku rasakan setiap bertemu denganmu. Setiap aku mendengar namamu…
Nama itu
yang pernah menjadi malaikat pelindung bagiku. Dan nama itu pula yang pernah
menhempaskanku jatuh berkeping keping..
Saat aku
melihatmu bersama seorang gadis dan berlalu di hadapanku tanpa merasa bersalah,
itu membuatku amat sangat terpukul. Begitu mudahnya kau berpindah dari satu
wanita ke wanita yang lain. Semudah itukah?
Mungkin
mudah bagimu untuk mencari penggantiku, karena aku tidak ada artinya bagimu.
Aku hanyala intermezzo antara masa lalu menuju masa depanmu. Aku hanya sebuah
selingan kekosonganmu saja. Mana mungkin kau akan mengingatku sebagai sesuatu
yang berharga yang pernah kau miliki. Aku bagai sebutir pasir dalam jutaan
pasir pasir lain yang pernah kau miliki. Tak berharga sama sekali.
Tapi kamu
adalah yang paling berharga yang pernah ku miliki. Begitu tidak adilnya dunia
ini. Aku mencintai seseorang yang tak mencintaiku. Oh sungguh tidah adil..
Kemudian aku
bertanya pada diriku sendiri, kenapa takdir harus mempertemukan kami berdua?
Kehidupanku sudah bahagia ketika dia belum datang.
Kenapa aku
harus jatuh cinta pada orang yang salah? Memang cinta tidak bisa memilih kepada
siapa ia akan jatuh. Tapi dia bukan orang yang tepat!
Kau bukan
orang yang tepat, yang tuhan kirim untukku. Tapi kenapa kau muncul? Apa tuhan
punya rencana lain dengan mengadirkan kamu dalam hidupku? Aku tak tahu pasti.
Yang jelas dia bukan orang yang tepat. Lalu dimana orang yang tepat itu? Apa
aku pernah bertemu dengannya? Ataukah aku harus menunggu beberapa lama untuk
bertemu denganmu?
Ah aku bisa
gilaaaa jika terus menerus memikirkanmu !!
manusia nocturnal
Ketika gelap
aku membuka mataku.
Rasa sunyi
mulai menghinggapiku, namun aku cukup terbiasa dengan hal itu.
Aku adalah
manusia nocturnal.
Kau tahu apa
itu nocturnal? Ya aku juga baru tahu apa itu nocturnal..
Aku adalah
manusia nocturnal, yang hidup di waktu yang lain terlelap.
Aku tak tahu
apa yang hendak kulakukan
Karena
ketika semua menutup mata aku malah ingin bangun dan beraktivitas
Kalau kau
bilang aku ini aneh, mungkin aku memang aneh
Kenapa
tidak, aku mencari kesunyian
Aku
berbeda..
Karena aku
manusia nocturnal
Aku seperti
musang yang mulai hidup saat matahari tak menampakkan lagi sinarnya
Aku seperti
kelelawar yang hidup dalam kegelapan dan kesunyian sang malam
Aku..
Manusia
nocturnal
Senin, 16 April 2012
on my twenty
Akhirnya jam menunjukkan angka 12
dan angka mulai bertambah
Kedewasaan masih jauh dari harapan
Kekanak kanakan masih melekat erat
Setiap aku berfikir entah apa yang
terjadi aku selalu berhenti pada sosok pria bernama fajar
Aku tak tau apa yang dia miliki
sehingga membuat aku lupa diri
Dia orang yang udah nyakitin tapi
masih kau pikirkan hingga sekarang
Apa aku sudah gila? Mungkin.
Karena satu satunya hal yang aku
ingat adalah fajar
Aku sadar betapa bodohnya aku ini
Tapi entah kenapa sosoknya seakan
menghantui pikiranku
Dia seperti udara yang ku hirup
Dia seperti darah yang mengalir
dalam diriku
Setiap aku bernafas terselip
namanya terdengar sanubari
Fajar..fajar..fajar..
Makin lama aku makin tahu sifat dia
yang sebenarnya
Tapi anehnya sosok itu tak pernah
lepas dari otakku…
Bisa jadi aku terkena syndrome
fajaritis..
Penyakit otak dan hati yang selalu
terpusat pada sebuah nama dan sosok
Tanpa mempedulikan kenyataan yang
terjadi
Seolah aku terus hidup di negeri
dongeng yang berharap dia akan kembali dan hidup bahagia
Tapi sayang itu hanya sebuah
dongeng yang tak mungkin terwujud
Minggu, 15 April 2012
i dedicated for my mom
Ibu…..
Ibu … Tak pernah
lelah engkau membimbingku
Peluh dan keringat mengucur keras membasahi setiap pori pori
kulitmu yang sudah mulai keriput
Ibu… jasamu sungguh tak akan bisa aku nilai dengan berlian
sekalipun
Sejak aku kecil kau selalu mengasihiku
Memarahiku ketika aku berbuat salah agar aku menjadi orang
yang lebih baik
Kau slalu bersabar atas semua tuntutanku
Yang menurutku sangat memberatkanmu
Tapi kau tetap tersenyum walau terasa perih di hatimu
Luka yang tergores tak akan pernah bisa tersembuhkan
Ibu.. bagiku kau adalah mukjizat
begitu sabarnya engkau menghadapi setiap cobaan yang mendera
begitu ikhlasnya engkau menerima takdir
yang tidak bisa semua wanita bisa menerimanya dengan ikhlas
ibu .. begitu tagarnya dirimu
ingin aku menjadi sepertimu
apa aku bisa sepertimu ibu?
Karena akupun akan menjadi seorang ibu, sama sepertimu
Walau kata tak pernah terucap
Tapi satu hal yang pasti
Aku sayang padamu melebihi diriku sendiri
first for me
You
let me “Dawn”
Ketika
kebimbangan melanda setiap insan
Hanya satu
yang selalu diharapkan
Kepastian
atas semua pertanyaan yang seakan menghantui setiap pikiran
Dan jika
rasa itu hadir
Aku akan
terus mencari dan mencari
Kemana
kepastian itu pergi
Tak pernah
ada logika yang sejalan dengan hati
Karena
keduanya beriringan tanpa kepastian Kemana mereka akan menuju
Kebahagiaankah
atau kesedihankah ia akan berlabuh
Tanpa tahu
arah aku terus mencari sebuah kepastian itu
Kulihat di
ujung sana ada sebuah pelita cahaya
Menerangi
sebagian dari kegelapan ini
Kuterus
melihat cahaya itu hingga akhirnya cahaya itupun menghilang
Baru aku
tahu cahaya itu adalah cahaya matahari ketika terbangun dari mimpi panjangnya
Cahaya di
pagi hari yang sangat menentramkan jiwa tapi sungguh menyilaukan
Cahaya itu
bernama fajar
Ya, fajar
yang ada ketika matahari mulai menunjukkan keanggunannya menyirami bumi dengan
sinarnya
Belum aku
menikmati indahnya sinar itu
Awan kelam
menutupi keindahan alam yang tercipta oleh sang maha segalanya
Membawaku
kedalam kegelapan yang sudah tak asing lagi bagiku
Ketika
sebelum fajar menyinari bumi dan isinya
Rasa tentram
seketika berubah menjadi kesunyian
Kehampaan
yang sering kurasakan
Saat itulah
aku tersadar kenapa aku menyukai cahaya itu……
Langganan:
Postingan (Atom)