Berkata cinta ternyata dusta
Berkata sayang ternyata hilang
Berkata rindu tapi terbelenggu
Untaian kata manis keluar dari mulut
Hati yang penuh kebalikan
Hanya engkau dan Tuhan yang tahu isi hati
Ketika ucapan tak sama dengan isi hati
Ketika logika tak pernah sama dengan perasaan
Apa kau masih pantas disebut pria sederhana
Ketika kau ingin wanita luar biasa
Apa kau masih pantas ku panggil pria sederhana
Ketika kau tak melihat segalanya dengan sederhana
Hanya kata sederhana yang mampu kau ucap
Tapi tak tahu apa yang kau ucap
Apa masih pantas kau disebut pria sederhana?
Mencintai wanita sederhana dengan cara yang sederhana
Itu yang selalu kau bilang
Hal yang tak mungkin terjadi
Di tengah dunia yang tak sederhana
Karena akal pria tak diciptakan berfikir sederhana
Jadi masih pantaskah kau ku panggil pria sederhana
Ketika kau mengeluh dengan kesederhanaanmu
Kau bukan pria sederhana!
Kau berpikir terlalu kompleks
Terlalu egois
Ketika akal tak mencapai keinginan hati
Kau acuhkan semua kesederhnaan
Kau mungkin pantas ku panggil pria penih kemunafikan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar